Keadaaan kesehatan mental dalam lingkungan kerja mengalami pergeseran dan berdampak besar dalam waktu kurun empat tahun belakangan, meningkat oleh karena pandemik global, pengakuan rasial dan tantangan makro lainnya, dilansir melalui *Harvard Business Publishing*. Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan mental karyawan. Lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, motivasi, serta produktivitas. Sebaliknya, budaya organisasi yang tidak sehat, lingkungan kerja yang penuh tekanan, konflik, atau tidak menghargai karyawan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan *burnout* (kelelahan mental). Beberapa faktor lingkungan kerja yang mempengaruhi kesehatan mental meliputi: 1\. Hubungan yang baik antara atasan dan rekan kerja  2\. Komunikasi yang terbuka dan saling menghormati 3\. Beban kerja yang sesuai dengan kemampuan 4\. Pengakuan dan penghargaan atas hasil kerja  5.Kesempatan untuk berkembang melalui pelatihan dan pengembangan karir 6\. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (*work life balance*)
Risiko Psikososial di Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat ditandai dengan: 1\. Beban kerja yang berlebihan  2\. Kurangnya dukungan dari rekan kerja 3\. Pelecehan psikologis dan seksual di lingkungan kerja  4\. Konflik berkepanjangan 5\. Perundungan (*bullying*) 6\. Ketidakjelasan peran dalam pekerjaan 
 Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan emosional,menurunkan motivasi, serta mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, organisasi perlu membangun budaya kerja yang inklusif, memberikan dukungan psikologis, mendorong komunikasi yang baik, dan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Di sisi lain, karyawan juga dapat menjaga kesehatan mental dengan mengelola stres, menetapkan batas kerja yang sehat, serta mencari bantuan ketika menghadapi tekanan yang sulit diatasi. Lingkungan kerja yang mendukung tidak hanya meningkatkan kesehatan mental, tetapi juga memperkuat kerja sama, produktivitas, dan keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
Referensi: https://osha.europa.eu/en/themes/psychosocial-risks-and-mental-health

