Susah Move On dari Tempat Tidur? Yuk Kenalan dengan Clinomania

Oleh: Qoni

Pernah merasa sangat malas beranjak dari tempat tidur?

Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya, terutama ketika cuaca sedang dingin dan sangat mendukung untuk kembali menarik selimut lalu bermalas-malasan di atas kasur.

Namun, hati-hati jika keinginan untuk tetap berada di tempat tidur muncul secara berlebihan, bahkan sampai menghilangkan keinginan untuk bersosialisasi dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal dengan istilah Clinomania.

Lalu, apa sebenarnya clinomania?

Apa Itu Clinomania?

Clinomania berasal dari dua kata, yaitu clin dan mania.

  • Clin berasal dari bahasa Yunani yang berarti *tempat tidur*.
  • Mania berarti *kecanduan* atau *obsesi yang berlebihan*.

Seseorang yang mengalami clinomania memiliki kecenderungan untuk betah berlama-lama di atas tempat tidur.

Meskipun tidak selalu tidur, penderita clinomania cenderung ingin melakukan hampir semua aktivitasnya di atas tempat tidur, seperti:

  • Makan
  • Menonton televisi
  • Bermain ponsel
  • Membaca
  • Bekerja atau belajar
  • Aktivitas lainnya

Tempat tidur menjadi zona yang terasa paling nyaman sehingga muncul keengganan untuk meninggalkannya.

Gejala Clinomania

Beberapa tanda yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami clinomania antara lain:

  1. Ingin menghabiskan sebagian besar waktu di tempat tidur, terutama setelah melakukan aktivitas yang melelahkan.
  2. Merasakan kenyamanan yang sangat tinggi saat berada di atas tempat tidur.
  3. Sering mencari alasan untuk tidak meninggalkan tempat tidur.
  4. Menganggap tidur atau berbaring sebagai aktivitas favorit atau hobi utama.

Mengapa Clinomania Perlu Diwaspadai?

Clinomania merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat menimbulkan rasa malas atau kantuk yang berlangsung terus-menerus.

Akibatnya, seseorang menjadi enggan melakukan aktivitas sehari-hari, pekerjaan, belajar, maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa seseorang yang mengalami clinomania tidak selalu mengalami depresi. Namun, individu yang mengalami depresi cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami clinomania.

Hal ini dapat terjadi karena menurunnya minat dan motivasi untuk melakukan berbagai aktivitas. Akibatnya, tempat tidur menjadi tempat yang dianggap paling nyaman untuk ditinggali dan sulit ditinggalkan.

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika keinginan untuk terus berada di tempat tidur mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, atau disertai perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan semangat hidup, penting untuk mencari bantuan profesional.

Konsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional dapat membantu memahami penyebab yang mendasari kondisi tersebut dan menemukan strategi penanganan yang tepat.

Penutup

Sesekali bermalas-malasan di atas tempat tidur tentu merupakan hal yang wajar. Namun, ketika keinginan tersebut menjadi berlebihan dan mulai mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

Mengenali gejala sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup yang lebih baik.

---

Sumber

  1. Tim Penulis Intisari.com. *Clinomania, Obsesi pada Tempat Tidur*. Diakses dari Intisari.com pada 6 April 2019. https://intisari.grid.id/read/0359008/clinomania-obsesi-pada-tempat-tidur?page=all
  2. Tim Penulis CNN Indonesia. *Clinomania, Orang yang Susah Lepas dari Kasur Saat Hujan*. Diakses dari CNN Indonesia pada 6 April 2019. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150209101349-255-30586/clinomania-orang-yang-susah-lepas-dari-kasur-saat-hujan